Pages

Subscribe:

Blogger Tricks

Showing posts with label listrik. Show all posts
Showing posts with label listrik. Show all posts

Monday, 3 December 2012

Konsep Rangkaian Listrik (1)

Untuk teman-teman semua khususnya anak teknik elektro Mata Kuliah yang satu ini memang agak angker. Banyak temen yang mengulang, saking angkernya dosen yang jadi kambing hitam. Disini ars akan mencoba untuk mengabadikan Mata Kuliah yang menakjubkan ini tetapi akan dibagi-bagi karena keterbatasan waktu mengetik / copasnya.. hehehe..

Definisi - definisi

-Rangkaian listrik adalah suatu kumpulan elemen atau komponen listrik yang saling
dihubungkan dengan cara-cara tertentu dan paling sedikit mempunyai satu lintasan
tertutup.-

Pembatasan elemen atau komponen listrik pada Rangkaian Listrik dapat dikelompokkan
kedalam elemen atau komponen aktif dan pasif.

-Elemen aktif adalah elemen yang menghasilkan energi dalam hal ini adalah sumber tegangan dan sumber arus.-
-Elemen pasif dimana elemen ini tidak dapat menghasilkan energi, dapat dikelompokkan menjadi elemen yang hanya dapat menyerap energi-
Elemen pasif dalam hal ini hanya terdapat pada komponen resistor atau banyak juga yang menyebutkan tahanan atau hambatan dengan simbol R, dan komponen pasif yang dapat menyimpan energi juga diklasifikasikan menjadi dua yaitu komponen atau lemen yang menyerap energi dalam bentuk medan magnet dalam hal ini induktor atau sering juga disebut sebagai lilitan, belitan atau kumparan dengan simbol L, dan kompone pasif yang menyerap energi dalam bentuk medan magnet dalam hal ini adalah kapasitor atau sering juga dikatakan dengan kondensator dengan simbol C.
Rangkaian adalah sambungan elemen rangkaian listrik yang sederhana di mana terdapat paling sedikit satu jalan tertutup yang dapat dilalui arus.
Yang dimaksud dengan satu lintasan tertutup adalah satu lintasan saat kita mulai dari titik yang dimaksud akan kembali lagi ketitik tersebut tanpa terputus dan tidak memandang seberapa jauh atau dekat lintasan yang kita tempuh.
lanjutannya telah dibuat sobat, ayo lanjut belajarnya.
Konsep Rangkaian Listrik (2)

Monday, 16 April 2012

Dasar - dasar Perancangan Kabel Listrik

Siang - siang di kantor lagi ga ada kerjaan, bingung juga mau ngapain, ya udah coba - coba buat blog aja deh.

Buat teman - teman semua, saya mau berbagi ilmu dari bukunya Ir. Sunarno M.Eng. , Ph.D. yang judulnya Mekanikal Elektrikal lanjut dalam Bab Installasi Listrik tentang dasar  - dasar perancangan Kabel Listrik, apa aja sih yang harus di itung biar kita tepat dalam memilih kabel yang akan digunakan? ini dia jawabannya teman.

  1. Kuat Arus Listrik
Kuat Arus Listrik merupakan objek yang menjadi pokok permasalahan dalam perancangan kabel installasi listrik. Untuk menghitung kuat arus listrik yang melewati kabel, perlu dibedakan antara installasi fasa satu dan fasa tiga.
  •  Installasi fasa satu
rumus yang digunakan untuk menghitung kuat arus listrik untuk installasi fasa satu adalah :

 I= P/(E x Cosθ)

dimana :
 I = Kuat arus listrik maksimum yang boleh dilewatkan (Ampere)
P = Daya beban terpasang (Watt)
E = Tegangan Terpasang (Volt)
Cosθ = Faaktor Daya

  • Installasi fasa tiga
rumus yang digunakan untuk menghitung kuat arus listrik untuk installasi fasa tiga adalah :

I =P/(1.732 x E x L x Cosθ)

dimana : 
 I      = Kuat arus listrik maksimum yang boleh dilewatkan (Ampere)
 P      = Daya beban terpasang (Watt)
 E      = Tegangan Terpasang (Volt)
 Cosθ = Faaktor Daya
L = Panjang kabel (meter)
 
    2. Luas Penampang Kabel Installasi Listrik

Untuk menentukan kabel yang paling cocok digunakan adalah dengan menghitung luas penampang kabel installasi listrik.
Perlu dibedakan antara installasi fasa satu dengan fasa tiga :

  • Installasi fasa satu
Rumus yang digunakan untuk menghitung luas penampang kabel pada installasi listrik fasa satu adalah :

A = (2 x L x I x Cosθ)/(γ x u)

 dimana :
A         = Luas penampang minimum kabel (mm)
L         =  Panjang kabel (Meter)
I          =  Kuat arus yang melewati kabel (A)
 γ        = Hantaran jenis tembaga (ohm meter)
u        = Rugi - rugi tegangan (volt)
Cosθ = Faktor daya

  • Installasi fasa tiga
Rumus yang digunakan untuk menghitung luasa penampang kabel installasi listrik fasa tiga adalah :

A = (1.732 x L x I x Cosθ)/(γ x u)
dimana :
 A         = Luas penampang minimum kabel (mm)
 L         =  Panjang kabel (Meter)
 I          =  Kuat arus yang melewati kabel (A)
 γ        = Hantaran jenis tembaga (ohm meter)
 u        = Rugi - rugi tegangan (volt)
 Cosθ = Faktor daya

nah itu dia yang tertulis di bukunya, semoga dapat memberi pencerahan.. :)